Nonton Film Drama

12:21:00 AM

Sebelum itu. Kalian nyadar ga sih kalo akhir-akhir ini ada yang aneh di blog gue? Apa itu?, Kalo menurut gue sendiri yang aneh adalah tentang jadwal ngepost nya. Kenapa? Karena gue telah mengatakan bahwa gue akan memposting artikel pada hari Sabtu namun ternyata akhir-akhir ini gue lebih sering memposting artikel pada hari Minggu.

Ini bukan berarti jadwal posting gue berganti jadi hari minggu, namun karena jadwal dan beberapa kesibukan yang gue miliki sehingga terkadang gue tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan draft yang telah gue buat sebelumnya. Karena gue menganut suatu paham bahwa "Terlambat lebih baik dari pada tidak sama sekali" maka gue tetep akan memposting artikel tersebut pada hari Minggu.

Gitu.

Sok sibuk banget anjir.

---

Gue adalah orang yang jarang banget namanya nonton film drama. Jujur aja gue ga begitu tertarik dengan film drama karena gue dulu punya pengalaman pahit tentang film drama.

Sewaktu kecil, gue sempet nonton 1 episode serial drama korea di salah satu stasiun tv lokal. Ini adalah pertama kalinya gue nonton serial drama korea. Pas pertama kali gue liat, gue tertarik dengan salah satu aktrisnya. Dia cantik, tinggi, putih, langsing, dll. Pokoknya menurut gue dia itu sebuah rezeki nomplok kalo misalkan gue punya kekasih kaya dia. Karna gue tertarik, gue pun akhirnya nonton film drama tersebut. Tapi apa yang terjadi? Pada adegan akhir-akhir, si cewe yang menjadi pusat perhatian gue ini, dia nangis karna patah hati ditinggal cowonya. What the ... . Gue inget banget gimana muka dia pas nangis, yang sebelumnya dia cantik pake banget, sekarang dia malah jadi berantakan pake banget. Yang tadinya kalem banget, sekarang malah jadi baper banget. Sekali lagi, karna gue ga tega ngeliat dia nangis, gue pun akhirnya berenti nonton drama tersebut dan mulai membuat kesan pertama pada film drama.

Film drama itu menyakitkan. Sekian

Setelah bertahun-tahun berlalu, gue mulai melupakan kejadian itu. Gue masih menganggap bahwa film drama itu menyakitkan. Mungkin tidak membuat sebuah pendarahan, namun entah kenapa terasa perih.

Jadi Sabtu kemarin gue datang ke sebuah acara seminar bersama temen gue, namanya Nayo. Buat yang belum tau siapa itu Nayo, mending cek post gue sebelumnya yang berjudul Bersama Orang Kreatif . Seminar yang gue hadiri merupakan seminar semacam ESQ gitu deh. Jadi tak lupa sebelum berangkat gue memastikan bahwa keadaan kedua orang tua gue sehat walafiat dan tidak memiliki bendera kuning. Sehingga disaat gue disuruh untuk merenungkan kedua orang tua gue, gue bisa lebih tenang. Sepulang dari seminar yang kita datangi tadi, tepatnya di perjalanan pulamg, tiba-tiba Nayo ngomong ke gue

"Eh Di, coba deh lo nonton film A little things called love".

"Apaan tuh?" tanya gue

"Udah pokoknya tonton aja" jawab dia.

Aduh, film drama. Gue sempet males nonton film tersebut karna gue tau itu film drama. Tapi ...

Karna gue orangnya penurut makanya gue nurut aja disuruh nonton film itu, disamping itu gue juga kepo terhadap film tersebut. Soalnya dari judul aja udah hampir ketauan kalo fim ini genrenya Romance, tapi kata Nayo, genrenya juga Comedy. Nah disini gue penasaran gimana film yang mencapurkan antara keduanya. Padahal yang gue tau, Love isn't comedy right?. Dengan bermodalkan laptop i5 dan koneksi internet 12 Mbps. Akhirnya gue nonton film tersebut. DENGAN GRATIS DISITUS STREAMING ONLINE. Biasa, teknologi udah canggih. Ngapain beli dvd aslinya. *lagigaadauang*.

Gue mulai buka-buka webnya, ngetik judulnya di search engine dan akhirnya ketemu tuh filmnya. Dengan rasa yang teramat sangat standar, gue pun ngeklik tombol play untuk memulai film tersebut dan akhirnya film " A little things called love " dimulai.



Sialan. Ga sesingkat itu.

Jadi sebenernya sewaktu gue udah ngeklik tombol play disitus itu, ga taunya itu cuma advertisement yang ngalangin tombol play nya yang asli. KAMPRET PARAH!.  Tapi gue wajarin, kalo misalnya ga ada advertisemen maka orang yang punya situs itu ga bakal dapet penghasilan dan bakal males juga buat ngurusin web itu.

Singkatnya, gue udah nonton film tersebut. Jujur, gue sedih.

Kenapa sih film thailand itu ga ada subtitlenya.

Bercanda. Gue beneran terharu nonton film itu.

Jadi ceritanya ada cewe yang suka sama cowo di sekolahnya. Si cowo  ini adalah cowo yang paling eksis di sekolah, sedangkan si cewe ini gayanya culun banget. Nah difilm ini diceritain gimana perjuangan si cewe buat dapetin perhatian si cowo. Tentunya dengan adegan-adegan yang bener bener mainin emosional kita.

Gue jadi inget gimana rasanya nyianyiain seseorang yang sayang sama kita. Sedih bro.

Gara-gara nonton film itu, akhirnya kesan pertama yang timbul dihati gue adalah film drama itu keren. Dan gara-gara itu juga, akhirnya sekarang gue ketagihan buat nonton film-film drama yang lain. Hahaha...

Gue udah menghabiskan banyak waktu di hidup gue untuk sekedar nonton film drama. Udah banyak film drama dari berbagai negara yang gue tonton. Mulai dari drama thailand, jepang, sampe china. Namun dengan banyaknya film drama yang gue tonton, gue jadi berimajinasi.. gimana kalo hidup kita layaknya drama yang di film? 

Gue udah ngebayangin banyak hal. Misal gue dengan muka yang sangat standar ini tiba-tiba bisa dapetin cewe super cantik yang bahkan ga bisa didapetin sama cowo super ganteng sekalipun. Gue bisa traveling kemana-mana, gue bisa ngelakuin hal seru bareng doi, dan gue juga bisa membuat kenangan indah sama doi. Rasanya luar biasa bukan?

Namun sayangnya hidup tak sedrama itu. 


Kadangkala kita berharap bahwa hidup kita seperti drama yang memberi kesan luar biasa. Namun apadaya, hidup tak sedrama itu. Dan drama tak seasyik itu.

Nah gitu hidup gue sekarang, dari yang tadinya gue menganggap film drama itu menyakitkan, sekarang gue menganggap film drama itu mengasyikkan.

Intinya, janganlah kau membuat hidupmu menjadi sebuah drama yang lebay. Yang dikit-dikit nangis, dikit-dikit pengen bunuh diri. Bertingkah lakulah sewajarnya layaknya seorang manusia yang manusiawi. 

Sekian curhatan gue kali ini, mungkin ini ga penting buat kalian.

Kalo kalian tertarik, jangan lupa share, comment, and subscribe.

Thanks





You Might Also Like

0 komentar

Total Pageviews

Twitter Absurd