Untold Desire
11:10:00 AM
Liburan sekolah.
Mungkin liburan sekolah judulnya tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang membedakan mungkin adalah moment, orang, atau hal-hal yang kita lakukan pada saat liburan tersebut.
Di liburan kali ini, mungkin ada 1 hal yang paling membedakan dari liburan di tahun-tahun sebelumnya. Moment? Pasti, Hal-hal yang gue lakukan? Pasti juga. Tapi bukan itu yang gue rasa jadi pembeda dengan yang lain, yang menurut gue jadi pembeda adalah sosok orang yang hadir disaat liburan gue kali ini.
Siapakah dia?
Ga penting siapa diri dia sebenernya, yang terpenting adalah di sini gue bukan hendak membahas orang tersebut, tapi entah kenapa gue bisa tertarik dengan tingkahnya yang sanggup menuangkan sebuah rasa berbeda, layaknya sebuah coklat manis hangat, yang dinikmati ber 2.
Udah manis, hangat lagi. Menarik kan?
Kok jadinya jadi curhat gini? Yaudahlah ya
Pernah ga sih lo berada dalam situasi dimana kehidupan lo tuh sedang nyaman-nyamannya, bukan berarti ga ada masalah sama sekali. Masalah itu pasti ada, tapi lo menganggap masalah itu wajar dan lo bisa menghadapinya dengan tenang.
Disaat lo sedang nyaman-nyamannya sama situasi tersebut, ga ada angin ga ada hujan , tiba-tiba terbesit suatu hal dipikiran lo. Hal yang tiba-tiba aja lo ingin lakukan atau dapatkan, yang mugkin akan menuntut lo untuk melakukan usaha lebih dari biasanya. Tapi lo ga bisa atau sungkan ngomong atau ke orang lain kalo lo mau ngelakuin atau dapetin hal tersebut. Karna mungkin resiko nya adalah lo harus kehilangan rasa "nyaman" lo selama ini. Dan juga kita pasti ga akan tau apakah hal tersebut berdampak baik atau buruk untuk kita kedepannya.
Ya, ga selamanya hal yang kita inginkan itu pasti berdampak baik kan? Maka dari itu kita harus siap sama kemungkinan-kemungkinan itu kalo mau tetep ngelakuinnya.
Tapi apakah semua orang bakal bersedia dan siap ngungkapin atau ngelakuin hal tersebut?
Jadi menurut gue, terkadang kita memilih untuk tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya kita inginkan. Kita memilih untuk melakukan hal tersebut karna kita merasa bahwa, takut akan sesuatu hal yang sudah berjalan dengan semestinya tiba-tiba menjadi berantakan hanya karna keegoisan kita sendiri.
Gue sendiri punya hal yang sebenernya gue mau, tapi mungkin hal itu lebih baik untuk tidak gue katakan karna gue telah memprediksi bahwa jika hal tersebut gue katakan, dampaknya terlalu besar.
Jika itu dapat membuat gue bahagia, tentu gue akan sangat amat bahagia, tapi jika hal itu membuat gue sedih, gue takut bakal lupa sama apa yang namanya bahagia
Terus apa hubungannya sama liburan sekolah gue? Ga ada, itu cuma intro yang terlalu abstrak aja
Sekian post dari gue, makasih buat yang udah buang-buang waktu berharganya buat baca tulisan ini padahal masih banyak hal yang lebih baik untuk lo lakuin.
Contoh? Keluar dari zona nyaman dan berani mengambil resiko untuk mendapatkan yang lo inginkan. Apalagi kalo lo ga sendirian, menyelesaikan masalah bersama itu lebih menyenangkan.
See ya,


0 komentar