Berenang Bersama Arus (Bag 1)
8:11:00 AM
Gue lahir di keluarga yang suka berpindah-pindah rumah, mau itu ke luar kota ataupun masih di dalam kota yang sama. Kalo dihitung mungkin gue udah pernah pindah rumah selama 6 kali, dan selama 6 kali itu pun gue juga harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Nyokap dan bokap saling kenal sewaktu di Sangapur karena mereka berada di 1 perusahaan yang sama. Singkat cerita, akhirnya mereka menikah dan punya rumah di Batam. Saat itu nyokap lagi mengandung kakak gue, jadi nyokap memutuskan untuk resign kerja dan pulang ke kampung halaman di Cirebon, meninggalkan bokap yang masih bekerja membanting tulang di Batam. Setelah kakak gue lahir, nyokap kembali ke Batam, dan kali ini adalah giliran gue untuk melengkapi mereka. Maksudnya melengkapi penderitaan mereka.
![]() |
| Source: http://travelhdwallpapers.com/ |
Gue lahir di Batam, di tempat dimana sampai sekarang gue belum pernah mengunjungi tempat tersebut untuk ke-2 kalinya. Bahkan, gue juga gatau Batam itu seperti apa, gimana engga? setelah gue berumur 6 bulan akhirnya nyokap dan bokap memutuskan untuk pergi dari Batam menuju tempat kelahiran bokap, Kediri.
Sewaktu di Kediri, adik pertama gue lahir, Pipit namanya. Kita hidup cuma ber-4, cuma ada nyokap, kakak gue, gue, dan pipit, saat itu bokap lagi kerja di Jakarta untuk jangka waktu yang lama meninggalkan kami semua dan tentu saja sesekali menyempatkan waktu untuk pulang, biasanya 2 minggu sekali, itu juga cuma bisa ketemu bokap selama 2 hari, engga deh.. 1 hari dan beberapa jam, soalnya bokap biasanya nyampe Sabtu pagi dan balik lagi Minggu siang, pada saat itu gue menganggap ketemu sama bokap adalah suatu kemewahan.
Di Kediri gue pindah rumah beberapa kali, dengan masih ditinggal bokap kerja di Jakarta dan juga masih sempet pulang 2 minggu sekali.. bahkan bisa 1 bulan sekali. Puncaknya adalah akhirnya bokap punya rizki yang berlebih dan beli rumah di Tangerang Selatan, kami pun akhirnya pindah rumah ke sana. Sebelum pindah, adik bungsu gue pun lahir.
Pindah rumah selama 6 kali bukanlah hal yang mudah, untuk bokap maupun buat gue. Untuk bokap, mencari uang untuk menanggung seluruh biaya tentu sulit, itu sudah pasti. Untuk gue, beradaptasi dengan lingkungan baru serta bertemu dengan orang asing lagi, tidak pernah menjadi hal yang begitu sederhana. Tapi, mungkin karena gue udah sering pindah-pindah rumah, gue jadi lebih terbiasa dengan semua hal tersebut.


0 komentar